Arsip Bulanan: Oktober 2012

Pengenalan Alat Mekanis Kehutanan

Standar

MK : Pemanenan Hutan                                        Hari/ tanggal : 20 September 2012

 

PENGENALAN ALAT PEMANENAN MEKANIS

Oleh :  Rifqi Rahmat Hidayatullah (E34100090)

Dosen   : Juang R Matarangan

Asisten            : Devi Muhtariana (E14080072)

 

DEPARTEMEN MENEJMEN HUTAN

FAKULTAS KEHUTANAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2012

 

  1. PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

Chainsaw adalah gergaji yang menggunakan  mesin untuk  menggerakkan rantai gergajinya.Pada awalnya orang menebang pohon menggunakan alat manual seperti pada praktikum sebelumnya tentang peralatan manual penebangan hutan. Pembuatan chainsaw pada awalnya sangat berat dan besar bahkan di operasiakn lebih dari satu orang. Pada saat ini chainsaw  menurut penjelasan pak juang bahwa chainsaw telah mengalami perubahan sebanyak 33 kali. Chainsaw terbaru juga dilengkapi dengan pengaman atau perangkap rantai, rem rantai, anti vibrasi serta pelumasan otomatis. Semua hal ini dari perbanyakan perbaikan diharapkan memberikan kenyamanan dan keselamatan kerja bagi operator chainsaw serta sekaligus meningkatkan produktifita kerjanya.

Penggunaan alat mekanis memberikan keuntungan sehingga sering digunakan daripada alat manual. Beberapa kelebihan gergaji rantai antara lain: (1) Alat cukup kuat dan mudah digunakan; (2) Mudah dihidupkan dan dioperasikan, serta proses untuk menghasilkan pemotongan sesuai tujuan dengan cepat, (3) Dapat dipakai pada berbagai posisi pemotongan, (4) Alat cukup tahan lama dan serbaguna dan (5) Berkekuatan besar serta menghemat tenaga manusia. Sedang kelemahannya ialah mahal, untuk dapat dioperasikan perlu operator yang terampil, diperlukan penyediaan bahan bakar dan pelumas agar mesin tetap awet, rantai cukup peka mengalami kerusakan bila menyentuh tanah, dan perlu ada persediaan rantai agar selalu siap dapat dioperasikan.

Komponen chainsaw antar lain ((Soenarso et al, 1972), Keping rantai, Rantai, saringan udara, karburator, busi, tali starter, saringan bahan bakar, pompa minyak pelumas, kopling dan, roda rantai. Dari semua omponen itu akan bekerja apabila masing-masing komponen berjalan sesuai dengan fungsinya. Dengan perawatan yang baik juga akan membuat awet pada alt chainsaw tersebut .

I.2. Tujuan

1.2.1. Mahasiswa mengenal komponen chainsaw, termasuk komponen safety

1.2.2. mengetahui engine chainsaw dan prinsip kerja engine chainsaw

  1. TINJAUAN PUSTAKA

Menurut  (Srihardiono 1984) Pada mesin dua tak, dalam satu kali putaran poros engkol (crankshaft) terjadi satu kali proses pembakaran sedangkan pada mesin empat tak, sekali proses pembakaran terjadi dalam dua kali putaran poros engkol, Pada mesin empat tak, memerlukan mekanisme katup (valve mechanism) dalam bekerja dengan fungsi membuka dan menutup lubang pemasukan dan lubang pembuangan, sedangkan pada mesin dua tak, piston dan ring piston berfungsi untuk menbuka dan menutup lubang pemasukan dan lubang pembuangan. Pada awalnya mesin dua tak tidak dilengkapi dengan katup, dalam perkembangannya katup satu arah (one way valve) dipasang antara ruang bilas dengan karburator dengan tujuan : Agar gas yang sudah masuk dalam ruang bilas tidak kembali ke karburator dan menjaga tekanan dalam ruang bilas saat piston mengkompresi ruang bilas.

Pengoperasian chainsaw yan baik dan aman bagi pengguna menurut ( sukanda dan Wesman 2008) diantaranya:

  1. Tugas Tanggungjawab Operator Chainsaw
  2.  Pengoperasian Chainsaw (Persiapan, Prosedur menghidupkan dan Prosedur mematikan chainsaw)
  3. Aspek-aspek Keselamatan Kerja dalam pengoperasian
  4.  Gaya Membalik

Tindakan yang perlu dilakukan sebelum gergaji rantai dipergunakan (Soenarso, et al,1972 (b), antara lain: 1)  Pemasangan keping rantai dan rantai Untuk memasang keping rantai dan rantainya, tutup pelindung roda rantai perlu dibuka terlebih dahulu dengan melepas mur pada baud kemudian rantai dipasangpada alur keping rantai dengan gigi pengerat pada bagian atas keping rantai mengarah pada ujung. 2) Pengisian bahan bakar Bahan bakar yang dipergunakan adalah bensin campur dengan perbandingan satu bagian bahan pelumas (SAE 30) dan 25 bagian bensin (Premium). Pada gergaji rantai yang baru, selama 40 jam pertama digunakan campuran dengan perbandingan 1:20. Campuran tersebut harus tercampur dengan baik yaitu dengan mengguncang-guncangkan terlebih dahulu sebelum dimasukan ke dalam tangki. 3) Pengisian minyak pelumas rantai Rantai gergaji harus diberi pelumas agar tidak cepat rusak. Pelumas rantai digunakan minyak pelumas SAE 30, tidak diperbolehkan mempergunakan minyak bekas. 4) Menghidupkan dan mematikan mesin Cara menghidupkan mesin adalah tali starter ditarik perlahan – lahan 3-5 kali agar masuk campuran bahan bakar dan udara, kemudian baru ditarik sekaligus sampai mesin hidup). Cara mematikannya adalah menekan tombol pada posisi off.

Keselamatan dan kesehatan kerja dianggap penting dalam sektor kehutanan karena pengelolaan hutan termasuk dalam kategori kegiatan berisiko tinggi. Hal tersebut ditunjukkan Gani (1992) dengan data kecelakaan kerja pada kegiatan kehutanan 4 kali lebih besar dibandingkan angka kecelakaan pada industri lain. Keselamatan kerja merupakan keselamatan yang berhubungan dengan mesin, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, tempat kerja dan kondisi lingkungan (Santoso, 2004). Hal ini menunjukkan pada kondisi yang bebas dari gangguan fisik, mental, emosi atau rasa sakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja. Kondisi kesehatan pekerja juga sebagai faktor dari keselamatan kerja di mana kondisi tersebut dapat membuat gangguan fisik sehingga menghambat produktivitas kerja.

III. PEMBAHASAN

Mesin dua tak lebih efisien dibandingkan mesin empat tak serta putaran pada mesin dua tak hanya butuh satu kali untuk terjadi suatu pemasukan oli sementara pada mesin empat tak terjadi dua kali putaran baru terjadi proses pembakaran. Sehingga keefektifan bahan bakar dan keefesienan tenaga kerja mesin tidak terjadi pada mesin yang mengunakan mesin empat tak. Serta putaran yang dihasilkan piston lebih besar yang dihasilkan pada mesin dua tak di bandingkan mesin empat tak.

Pengoperasian chainsaw  yang baik dan aman yang harus ditaati operator menurut literature diatas antara lain tugas tanggung jawab operaor chainsaw  dalam penggunaan nya misalnya dalam safety dan memenuhi standar penggunaan chainsaw harus di penuhi oleh operator. Pengoperasian chainsaw juga harus diperhatikan sebelum penggunaan serta pada saat penggunaan sehinnga mengurangi laju kecelakaan dalam penggunaan chainsaw. Aspek-aspek keselamatan kerja juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan oleh operator terutama dalam pengoperasian hainsaw.  Serta gaya membalik alat chainsaw yang benar soalnya kalau terjadi gaya membalik yang salah akan menyebabkan laju tingginya kecelakaan kerja terutama pada bidng kehutanan.

Dalam penggunaan chainsaw sebelum penggunaannya operator harus memperhatikan sebelum penggunaan cainsaw itu sendiri. Seperti : 1)  Pemasangan keping rantai dan rantai Untuk memasang keping rantai dan rantainya, tutup pelindung roda rantai perlu dibuka terlebih dahulu dengan melepas mur pada baud kemudian rantai dipasang pada alur keping rantai dengan gigi pengerat pada bagian atas keping rantai mengarah pada ujung. 2) Pengisian bahan bakar Bahan bakar yang dipergunakan adalah bensin campur dengan perbandingan satu bagian bahan pelumas (SAE 30) dan 25 bagian bensin (Premium). Pada gergaji rantai yang baru, selama 40 jam pertama digunakan campuran dengan perbandingan 1:20. Campuran tersebut harus tercampur dengan baik yaitu dengan mengguncang-guncangkan terlebih dahulu sebelum dimasukan ke dalam tangki.diaranan untuk bahan pelumas yang digunakan pada chainsaw tidak menggunakan oli dan pelumas bekas dikarenakan kotoran pada oli akan menyumbat saluran mata rantai sehingga pelumas tidak tersalurkan ke mata rantai dan menyebabkan mata rantai menjadi cepat aus dan menyebabkan mempercepat patahnya mata rantai. 3) Pengisian minyak pelumas rantai Rantai gergaji harus diberi pelumas agar tidak cepat rusak. Pelumas rantai digunakan minyak pelumas SAE 30, tidak diperbolehkan mempergunakan minyak bekas. 4) Menghidupkan dan mematikan mesin Cara menghidupkan mesin adalah tali starter ditarik perlahan – lahan 3-5 kali agar masuk campuran bahan bakar dan udara, kemudian baru ditarik sekaligus sampai mesin hidup). Cara mematikannya adalah menekan tombol pada posisi off. Pastikan juga semua safety pada alat dapat berfungsi dengan baik dan benar.

Untuk menjamin keselamatan kerja operatror maka perlu dilakukan hal dengan merancang mesin dan dilengkapi sesuai dengan ketentuan. Gergaji tersebut harus termasuk :(a) Tangkai terpisah untuk kedua tangan saat menggunakan sarung tangan: (b) Suatu on/off tombol yang dapat dicapai dengan tangan kanan pada tingkap pemadam dan memakai sarung tangan: (c) Sistim pengunci yang mencegah gergaji mesin hidup/jalan dengan tak diduga-duga, sebab dua pengungkit harus ditekan secara serempak: (d) Pengaman tangkai belakang untuk melindung tangan kanan; (e) Sistim anti getaran terdiri dari peredam getaran karet antara motor dan pegangan; (f) Suatu rem-rantai, yang diaktipkan secara manual dengan tangkai depan dan mekanis tidak manual dalam kasus kembali (kick-back); (g) Suatu penangkap rantai; (h) Suatu bumper taji, yang menyebabkan berat gergaji bersandar pada batang kayu dengan aman selama yang memotong batang; (i) Pelindung tangkai dengan untuk melindungi tangan kiri dari rantai; (j) Suatu tutup rantai untuk menghindarkan luka-luka selama pengangkutan

  1. KESIMPULAN

Komponen chainsaw antar lain ((Soenarso et al, 1972), Keping rantai, Rantai, saringan udara, karburator, busi, tali starter, saringan bahan bakar, pompa minyak pelumas, kopling dan, roda rantai. Keselamatan operator juga harus diperhatikan melalui safety alat dan safety operator. Engine chainsaw menguunakan dua tak dikarenakan lebi efektive dan efisien dibandingkan menggunakan mesin  empat tak.

  1. DAFTAR PUSTAKA

Gani, S. 1992. Ketenagakerjaan dan Keselamatan Kerja. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Heinrich, R. 1995. Reduced impact timber harvesting in the tropical natural forest in

Indonesia.

Schmincke, K.H. 1997. Environmentally sound forest harvesting. Testing the

applicability of the FAO model code in the Amazone in Brasil.

Soenarso, R, Soewito, I, Sumantri dan Widodo. 1972. (b) Penuntun Penggunaan

Gergaji Mesin. Publikasi Khusus No 9. Lembaga Penelitian Hasil Hutan. Bogor

Srihardiono,U.I. 1984. Tree harvesting techniques. PT Musi Hutan Persada. Palembang