Taut

Kajian Etnobotani Pandan Samak (Pandanus odoratissimus) Pemafaatan dan Peranannya dalam Usaha Menunjang Penghasilan Keluarga di Ujung Kulon

One response »

  1. Nama : Rifqi Rahmat hidayatullah
    NRP : E34100090

    Pertanyaan dan Jawaban
    1. Apa argumen utama yang dikemukakan oleh penulis? Gunakan kata-kata Anda sendiri untuk menceritakan/menyatakan kembali ide utama tersebut?

    • Indonesia mempunyai banyak sumberdaya untuk bahan baku kerajinan tangan salah satunya adalah Pandan Samak (Pandanus odoratissius) dan merupakan bahan baku utama samak bagi masyarkat Ujung Kulon yang bisa membantu perekonomiannya jika dikelola dengan baik.

    2. Buat daftar alasan yang dikemukakan penulis untuk mendukung argumennya dan jelaskan?

    • Jenis dari marga pandanus merupakan anggota dari Pandanaceae yang paling luas persebarannya dan kisaran habitat yang di tempatinya. Tumbuhan tersebut dapat ditemukan mulai dari pantai berpasir hingga hutan dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 3500 m dari permukaan laut; dan mulai dari hutan sekunder dan padang rumput dengan corak ragam tanah mulai dari tanah basah subur berhumus, kapur, gambut hingga tanah berpasir yang relative kering dan mskin zat hara (Stone, 1982).
    Dengan mudahnya ditemukan maka pengrajin Samak dari pandan ini tidak akan kewalahan dalam mencari sumberdaya bahan baku untuk membuat Samak dari pandan atau jika mereka mau membudidayakannya karena hampir di semua jenis tanah Pandan Samak ini bisa tumbuh dengan baik.
    • Dari sekitar 700 jenis, Pandan Samak (Pandanus odoratissius) adalah jenis yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia untuk berbagai macam keperluan, mulai dari bumbu masak, bahan obat, hingga keperluan keagamaan.
    Dengan sudah lamanya dimanfaatkan mengindikasikan bahwa jenis pandan ini telah teruji sangat lama dan pantas menjadi bahan baku Samak.

    • Terkait dengan industry kerajinan, Hofstede (1925) melaporkan bahwa abad ke-20 kawasan Tanggerang merupakan salah satu pusat produksi kerajinan Pandan di Indonesia, yang pada saat ini produksinya sudah di pasarkan hingga ke mancanegara, seperti Amerika Srikat, Australia, Belanda, Italia, Perancis dan Singapura.
    hal ini mengindikasikan bahwa pasar Pandan Samak sangat luas dan mendapat perhatian luas dari berbagai Negara sehingga tidak perlu khawatir dengan pemasaran asalkan di kelola dengan baik dan adanya pengembangan kreatifiras seperti pewarnaan dan pariasi Samaknya.
    • Eksplotaiasi sumberdaya alam akan meningkat seiring dengan perkembangan industry yang semakin maju. Hasil pengkajian lapangan mengemukakan bahwa usaha pelestarian Pandan Samak melalui pola budidaya belum banyak dilakukan oleh masyarakat umumnya di Ujung Kulon khususnya.
    Dengan adanya ekspolitasi berlebihan diharapakn pengembangan budidaya Pandan Samak dapat di galakan sehingga dapat menguntungkan secara ekonomi dan supaya tidak lagi bergatung dengan Pandan liar yag bisa mengakibatkan kepunahan spesies ini.

    3. Bukti apakah yang disajikan oleh penulis untuk mendukung argumennya? Apakah bukti itu fakta atau pendapat? Apa sumber informasinya – apakah sumbernya terpercaya?

    • Bukti yang disajikan penulis berupa data lapangan dan tinjauan pustaka
    • bukti-buktinya adalah fakta.
    • Sumber informasinya dapat dipercaya karena hasil penelitian dan riset-riset yang telah dilakukan
    4. Apa maksud dan nada tulisan?

    5. Apakah penulis obyektif ataukah ia mencoba meyakinkan pembaca mengenai suatu pendapat tertentu?
    • Penulis mencoba “meyakinkan pembaca” akan potensi dari Pandan Samak sebagai bahan baku penghasil kerajianan samak yang mempunyai harga jual yang menguntungkan jika dikelola dengan baik.

    6. Apakah argumen penulis mengasumsikan bahwa pembaca memiliki pemikiran tertentu? Apa dasar yang dibuat penulis dan apakah menurut Anda logis?

    • Ia, penulis berfikir bahwa Potensi Pandan dipandang sebelah mata sehingga beliau ingin meyakinkan pembaca tentang potensi dari Pandan Samak. Dasar yang di buat penulis adalah karena kurangnya Pemanfaatan, Pengembangan dan Pengelolaan Pandan samak menjadi samak yang berkualitas Internasional.
    • Logis, karena didukung argument dan di perkuat oleh fakta-fakta baik dilapangan atau melalui study literature
    7. Apakah penulis membuat “lompatan” atau kesimpulan berdasarkan bukti? Apakah penjelasannya logis?
    • Penulis menulis kesimpulan berdasarkan fakta di lapangan dan study pustaka dengan sumber-sumber yang terpercaya
    8. Apakah penulis berusaha menggugah emosi pembaca? Apakah penulis menggunakan kata-kata yang penuh makna terutama di bagian judul dan sub judul? Jika ya, tuliskan kata-kata tersebut dan jelaskan maknanya atau pengaruhnya bagi pembaca

    • Ia, tentu karena dengan membaca jurnalnya bisa mengispirasi dan memberi celah peluang pengembangan usaha di Taman Nasional Ujung Kulon yang belum maksimal terutaman Samak dari Pandan.
    • Kajian Etnobotani Padan Samak (Pandaus odoratissimus); Pemanfaatan dan Peranannya dalam Usaha Menunjang Penghasilan Keluarga di Ujung Kulon
     Makna dari tulisan ini atau secara tidak langsung memberi informasi bahwa Sumberdaya Alam di Indonesia belum dimanfaatkan secara maksimal terutama pengelolaanya.
     Pengaruhnya ialah mengugah pembaca untuk semangat dalam memanfaatkan sumberdaya alam secara maksimal terutama pandan Samak yang ternyata belum dimanfaatkan secara maksimal
    • Nilai ekonomi (Hanya di Ciundil bahan baku daun Pandan untuk kerajinan anyaman dipanen dari tanaman di budidaya sementara di Legon pakis dan Tanjung Lame diambil dari tumbuhan liar. Kendala yang dialami Pengrajin pandan adalah pemasarannya).
     Kejadian ini mengidikasikan bahwa perhatian pemeritah dan Pihak Taman Nasional Ujung Kulon tentang pemberdayaan masyarakat kurang serius.
     Manfaatnnya member dorongan untuk membudidayakan Pandan Samak dan memanfaatkan yang kemudian dikelola dengan baik karena menghasilkan nilai ekonom yang menjanjikan.

    9. Lupakan pendapat penulis; apa pendapat Anda tentang masalah yang dikemukakan dalam tulisan tersebut?

    Sebenarnya untuk masalah pengetahuan tetang pembuatan Samak dari Pandan sudah di turunkan dari generasi ke generasi hanya saja masih dilakukan perorangan sehingga pemasarannya kurang maksimal. Harus adanya pengelolaan baik inisiatif dari pemeritah atau program pemberdayaan masyarakat dari pihak Taman Nasional Ujung Kulon sendiri kurang maksimal dan dilapangan terkesan asal-asalan. Harusnya pemerintah atau pihak Taman Nasional melalui program pemberdayaannya menyatukan semua sumberdaya yang ada di kawasan ini seperti misal para pengrajin masih terpisah-pisah baik pengrajin sapu dari sabut, patung badak dari kayu, ganungan kunci dari batok dan lain-lain yang kemudian di satukan dalam sebuah gedung supaya menarik minat dan disana juga harus ada pengelolaan dan pembinaan masyarakat secara berkelanjutan termasuk memaksimalkan potensi missal soal pewarnaan Samak dan tentunya gratis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s